Kuis Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota Bagian 2

Thumbnail kuis PWK hijau-biru "Latihan Soal Pengantar PWK Semester 1: Sejarah Tata Kota" dengan ilustrasi kuis CBT dan maket kota isometrik



Latihan Soal PWK Semester 1: Materi Sejarah Perkembangan Tata Kota

Di Semester 1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK/URP) tentunya diawali dengan mata kuliah pengantar, tujuannya agar kita terlebih dahulu mengetahui teori dasar sebelum masuk pada pembahasan teknis dan praktek di lapangan. Salah satu mata kuliah yang umum ditemukan adalah Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota, adapun materi lanjutan dari kuis bagian 1 yaitu sejarah perkembangan kota dan wilayah.

Seorang mahasiswa baru PWK dan calon planner harus memahami apa sebenarnya esensi dari perencanaan itu dan mengerti bahwa perencanaan tidak bersifat pasif yang menunggu perkembangan berjalan sendiri. Perencanaan adalah intervensi aktif yang melibatkan teori, rasionalitas, dan tindakan nyata di ruang publik.

Untuk itu, di artikel ini kita akan melihat seberapa jauh pemahamanmu terhadap teori perencanaan wilayah dan kota, khusus edisi kali ini kita akan fokus pada teori "definisi perencanaan".

Kuis Definisi Perencanaan

A. Kuis Pilihan Ganda

⚡ Mode CBT Aktif: Klik langsung pada bilah pilihan jawaban untuk mengunci jawaban Kamu.

1. Pada masa kejayaan Islam abad pertengahan, Kota Baghdad yang dibangun oleh Khalifah al-Mansur dari Dinasti Abbasiyah pada tahun 762 M merupakan salah satu contoh perencanaan kota paling fenomenal di dunia. Karakteristik geometris yang sangat ikonik dari desain awal Baghdad ini adalah...

2. Pada masa dinasti Abbasiyah terdapat pusat ilmu pengetahuan dunia melalui keberadaan Bayt al-Hikmah (House of Widsom). Dalam perspektif sejarah perencanaan, keberadaan lembaga ini menunjukkan bahwa...

3. Pada zaman Yunani Kuno, tokoh yang dijuluki sebagai "Bapak Perencanaan Kota", karena memperkenalkan konsep penataan kota formal dengan pola grid (papan catur) dan pembagian zona fungsional adalah...

4. Revolusi industri pada abad ke-19 mengubah lanskap kota-kota di Eropa (seperti London dan Manchester) menjadi sangat buruk. Masalah utama perkotaan pada masa itu yang menjadi pemicu lahirnya disiplin ilmu perencanaan modern adalah...

5. Sebagai respons terhadap buruknya kondisi kota industri, Inggris mengeluarkan regulasi Public Health Act pada tahun 1848 dan 1875. Apa dampak utama regulasi kesehatan masyarakat ini terhadap standar perencanaan kota?

6. Ebenezer Howard menerbitkan konsep revolusioner berjudul "Garden Cities To-Morrow" (1902) untuk mengatasi kepadatan kota London Prinsip utama dari konsep Garden City (Taman Kota) adalah...

7. Gerakan City Beatiful Movement yang berkembang di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 (dipopulerkan oleh Daniel Burnham) percaya bahwa desain kota yang megah dan estetis dapat...

8. Patrick Geddes, seorang pakar asal Skotlandia, membawa perubahan besar dalam metodologi perencanaan dengan memperkenalkan pendekatan "Survey-Analysis-Plan". Kontribusi terbesar dari pemikiran Geddes ini adalah...

9. Pada awal abad ke-20, Le Corbusier memperkenalkan konsep modernisme radikal bernama The Radiant City (Ville Radieuse). Karakteristik utama dari konsep kota masa depan ini adalah...

10. Salah satu dampak buruk dari implementasi konsep perencanaan modernis seperti gagasan Le Corbusier yang terlalu fokus pada kendaraan pribadi dan pemisahan fungsi (zoning) yang kaku adalah lahirnya...

11. Clarence Perry pada tahun 1929 mengenalkan konsep neightbourhood Unit (unit lingkungan). Tujuan utama dari desain unit lingkungan ini dalam sejarah perencanaan adalah...

12. Pada pertengahan abad ke-20, kota baru Brasilia dibangun dari nol sebagai ibu kota baru Brasil dengan mengadopsi penuh prinsip modernisme (The Master Plan by Lúcio Costa). Desain kota ini terkenal karena bentuknya yang menyerupai...

13. DJane Jacobs menulis buku legendaris "The Death and Life of Great American Cities" (1961) yang mengguncang dunia perencanaan. Kritik utama Jacobs terhadap para perencana modernis saat itu adalah...

14. Di Indonesia, sejarah perencanaan kota pada masa kolonial Belanda sangat dipengaruhi oleh pemikiran Thomas Karsten. Karya Karsten yang terkenal berfokus pada...

15. Dalam sejarah perkembangan perkotaan di Indonesia pasca-kemerdekaan, program penataan kawasan kumuh legendaris yang dimulai di Jakarta pada tahun 1969 dan berhasil memenangkan penghargaan internasional Aga Khan Award adalah...


B. Kuis Essay

  1. Sebutkan apa saja yang kamu ketahui tentang konsep dari Ebenezer Howard dan berikan pendapat atau analisis kritis kamu terhadap konsep tersebut. Terakhir, buatlah sketsa gambaran ulang sederhana mengenai konsep Garden City of To-Morrow untuk selanjutnya kamu diskusikan kepada dosen mata kuliah terkait!
  2. Ceritakan secara sederhana sejarah Kedaulatan Abbasiyah dan jelaskan bagaimana tata kota Baghdad dirancang serta berikan analisis kritis kamu terhadap pemilihan bentuk geometris lingkaran sempurna (The Round City) di kota tersebut!
  3. Sebutkan sejarah perkembangan perkotaan di Indonesia pasca-kemerdekaan!
  4. Ceritakan sejarah perkembangan daerah tempat tinggal kamu!
  5. Menurut pendapatmu, apa urgensi mempelajari sejarah perkembangan wilayah dan kota dalam kaitannya dengan arah pengembangan keilmuan kamu kedepannya?

📝 Ruang Diskusi Terbuka (Lembar Jawaban):

Untuk melatih pemahamanmu pada materi sejarah perkembangan tata kota dan pemikiran kritis akademismu, silakan tuliskan jawaban Essay Kamu secara terstruktur langsung pada **kolom komentar** di bawah artikel ini. Mari berdiskusi bersama mahasiswa PWK lainnya!

Kunci Jawaban dan Pembahasan

A. Kunci Jawaban

  1. B
  2. A
  3. B
  4. C
  5. C
  6. B
  7. A
  8. C
  9. D
  10. A
  11. B
  12. B
  13. D
  14. B
  15. A

B. Pembahasan

  1. Pembahasan Soal 1:Baghdad terkenal dalam sejarah sebagai Kota Bundar (The Round City) dengan istana dan Masjid sebagai poros utama di pusat lingkaran
  2. Pembahasan Soal 2:Baghdad tidak hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan tetapi sekaligus sebagai pusat ilmu pengetahuan. Melaui bayt al-Hikmah, para ilmuwan, penerjemah, dan perencana dari berbagai latar belakang berkumpul untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, salah satunya geografi, matematika ruang, hingga astronomi. Ilmu-ilmu tersebut diserap dari berbagai peradapan, seperti Yunani, Persia, maupun India. Hal ini menunjukkan bahwa tata ruang Baghdad sudah tergolong maju pada masanya, karena fasilitas pendidikan bertaraf internasional telah diintegrasikan langsung ke dalam struktur kotanya.
  3. Pembahasan Soal 3:Hippodamus dari Miletus adalah salah satu tokoh besar dalam perencanaan kota. Hippodamus mempopulerkan pola grid yang rapi dan fungsional yang sekarang kita sebut Hippodamian Plan. Hippodamus adalah pelopor tata kota di zaman Yunani Kuno yang tidak sekadar melihat kota dari estetika semata tetapi juga harus mencerminkan keteraturan sosial dan bisa dipelajari secara sistematis.
  4. Pembahasan Soal 4:Pada masa revolusi Industri tepatnya di abad ke-19 terjadi urbanisasi besar-besaran yang disebabkan munculnya berbagai industri pabrik. Ribuan pekerja dari desa berbondong-bondong ke kota seperti London dan Manchester untuk bekerja di pabrik. Akibatnya, kota berkembang sangat cepat tanpa perencanaan dan pada akhirnya menimbulkan berbagai masalah yang kompleks mulai dari munculnya kawasan kumuh (slums), sistem sanitasi yang buruk, polusi air dan udara, sampai wabah penyakit seperti kolera merajalela. Hal inilah yang kemudian mendorong lahirnya disiplin ilmu perencanaan kota modern, karena pemerintah dan pemikir kala itu mulai sadar bahwa pertumbuhan kota tidak bisa dibiarkan "liar". Diperlukan intervensi langsung melalui penataan ruang agar kota layak huni, salah satunya regulasi Public Health Act.
  5. Pembahasan Soal 5:Sebagaimana kita ketahui diatas revolusi industri tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga melahirkan berbagai masalah yang kompleks. Untuk itu, pemerintah Inggris kemudian meresponnya dengan intervensi langsung melalui regulasi yang disebut "Public Health Act" pada tahun 1848 dan 1875. Regulasi ini kemudian menjadi undang-undang kesehatan masyarakat pertama di Inggris yang langsung menyasar kawasan kumuh kota industri. Regulasi ini mengatur standar teknis minimum untuk hunian maupun lingkungan mulai dari lebar jalan minimum, kewajiban ventilasi dan pencahayaan rumah, penyediaan akses air bersih, sistem pembuangan limbah, hingga pengawasan terhadap perumahan sewa yang tidak sehat.
  6. Pembahasan Soal 6:Masih berkaitan dengan revolusi industri, Ebenezer Howard membaca bahwa perkotaan itu ekonominya kuat akan tetapi lingkungannya rusak dan padat, sementara desa memiliki lingkungan yang asri dan bersih akan tetapi minim peluang kerja. Hal itu kemudian menjadi latar belakang lahirnya konsep Garden City, sebuah kota mandiri baru berukuran terbatas yang menggabungkan kelebihan kota dan desa. Konsep ini mengatur area kerja dan perumahan dengan dikelilingi sabuk hijau berupa taman dan lahan pertanian, sehingga warga tetap mendapatkan fasilitas perkotaan tanpa kehilangan udara segar dan ruang terbuka.
  7. Pembahasan Soal 7:Gerakan City Beatiful Movement adalah suatu gerakan yang meyakini bahwa jikalau kota dibuat indah, megah, penuh monumen, taman luas, dan bangunan bergaya klasik modern yang seragam, maka secara otomatis (diharapkan) perilaku warga juga ikut tertib, moralitas meningkat, dan juga semangat nasionalisme tumbuh. Fokusnya bukan efisiensi biaya ataupun transportasi, lebih kepada estetika visual sebagai alat perbaikan sosial. Lingkungan fisik yang indah bisa membentuk perilaku manusia.
  8. Pembahasan Soal 8:Sebelum Patrick Geddes, perencanaan kota sering dilakukan secara top down yaitu langsung membuat desain di atas kertas tanpa paham kondisi wilayahnya. Geddes kemudian mengubah cara kerja dengan pendekatan Survey-Analysis-Plan. Geddes menekankan bahwa suatu kota tidak bisa terlepas dari konteks alam dan masyarakat di sekitarnya. Berkat pendekatan inilah lahir formula (rumus wajib) seorang mahasiswa perencanaan wilayah dan kota atau planner agar dapat memahami dulu suatu wilayah tersebut baru kemudian membuat perencanaan, survei dulu kemudian analisis baru setelahnya membuat perencanaan.
  9. Pembahasan Soal 9:Le Corbusier "udah munyak" melihat kota yang padat merayap kebawah ditambah banyaknya polusi, peruntukan fungsi lahan yang tidak teratur. Corbusier kemudian menawarkan solusi The Radiant City atau Ville Radieuse dengan usulan blok-blok gedung pencakar langit untuk menampung ribuan orang, sehingga sisa lahan dibawah bisa dikosongkan dan diperuntukan untuk menjadi ruang terbuka hijau untuk sirkulasi udara dan akses sinar matahari yang melimpah, jalan raya bebas hambatan, dan area rekreasi. Walaupun pada akhirnya konsep ini mendapat banyak kritikan dan perdebatan.
  10. Pembahasan Soal 10:Sebagaimana disebutkan diatas Gagasan Le Corbusier mendapatkan kritikan karena justru melahirkan dampak baru. Gagasan ini memusatkan penduduk pada hunian vertikal dengan kepadatan yang ekstrem dan pemisahan fungsi yang kaku monoton. Gagasan ini malah akan mematikan interaksi sosial dan ruang terbuka rawan terbengkalai dan juga kriminalitas.
  11. Pembahasan Soal 11:Clarence Perry mengamati makin banyaknya mobil di jalan yang pada akhirnya membuat lingkungan perumahan tidak ramah bagi anak-anak, Clarence ingin mendesain komplek perumahan ramah anak dengan konsep neightbourhood unit, satu unit lingkungan (buat sekitar 5.000-6.000 penduduk) terdapat sekolah dasar dan fasilitas pendidikan ada di tengah dan jalan raya besar di pinggiran luar kawasan. Jadi, anak-anak bisa ke sekolah jalan kaki tanpa takut ketabrak.
  12. Pembahasan Soal 12:Di tahun 1960-an, Brasil membangun ibu kota baru bernama Brasilia dari nol. Perencanaannya dipegang Lúcio Costa yang menerapkan prinsip modernisme secara total. Hasilnya, kota ini dirancang berbentuk seperti pesawat terbang yang terlihat jelas dari atas. Bagian “badan pesawat” jadi poros utama yang berisi kantor pemerintahan dan monumen penting. Sementara “sayap” di kanan dan kiri diisi blok-blok perumahan yang tertata rapi, disebut superquadras, dengan pemisahan fungsi yang sangat kaku antara tempat tinggal, kerja, dan rekreasi.
  13. Pembahasan Soal 13:Lewat bukunya The Death and Life of Great American Cities tahun 1961, Jane Jacobs menyerang habis cara kerja perencana modernis. Menurutnya, mereka terlalu sibuk membuat kota “rapi di atas kertas” tapi justru membunuh kehidupan kota yang sesungguhnya. Jacobs mengkritik bagaimana lingkungan lama yang hidup dan padat dihancurkan untuk memberi jalan pada jalan tol dan blok perkantoran. Padahal, keramaian, fungsi yang bercampur, dan jalanan kecil yang ramah pejalan kaki itu justru yang bikin kota aman dan hidup. Saat mobil didahulukan dan fungsi dipisah kaku, kota jadi sepi, dingin, dan kehilangan interaksi sosialnya.
  14. Pembahasan Soal 14:Pada masa kolonial Belanda, Thomas Karsten dikenal sebagai arsitek dan perencana yang punya pendekatan berbeda. Ia tidak sekadar meniru gaya kota Eropa, tapi mencoba menyesuaikannya dengan kondisi Indonesia. Fokus karya Karsten adalah membuat kota yang ramah terhadap iklim tropis, misalnya dengan banyak ruang terbuka, ventilasi udara, dan penataan kampung yang tertata. Ia juga mendorong ruang publik yang inklusif, di mana berbagai kelompok etnis bisa beraktivitas bersama. Contohnya bisa dilihat dari rencana tata kota Semarang dan Bandung pada masa itu.
  15. Pembahasan Soal 15:Setelah merdeka, salah satu program penataan kota paling terkenal di Indonesia adalah Kampung Improvement Program atau KIP, yang mulai dijalankan di Jakarta sejak 1969. Program ini tidak menggusur kampung kumuh, tapi justru memperbaiki kondisi yang ada dari dalam. Lewat KIP, pemerintah membangun infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, saluran air, MCK, dan penerangan di kampung-kampung padat. Karena pendekatan ini dianggap berhasil dan manusiawi, KIP bahkan mendapat penghargaan internasional Aga Khan Award for Architecture.

Mustafa Ahmad

Halo! Saya Mustafa Ahmad, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) di Institut Sains dan Teknologi Muhammadiyah (INSTEKMU) Tarakan. Memiliki minat dan passion yang besar di bidang penulisan dan pengajaran, saya mendedikasikan blog ini sebagai ruang berbagi ilmu pengetahuan, hasil pengamatan lapangan, serta pengalaman akademis saya seputar dunia tata ruang dan dinamika perkotaan. Seluruh artikel di platform ini disusun secara mendalam dengan membaca dan meramu referensi dari berbagai sumber tepercaya, mulai dari literatur ilmiah hingga regulasi terkini. Jika Anda tertarik untuk berdiskusi akademis, bertukar ide proyek, atau membuka peluang kolaborasi seru, mari terhubung langsung melalui Instagram saya di @Mushthofa_ahmadd. Let's collaborate!

Suka dengan pembahasan ini? Mari berbagi pandangan di kolom komentar!

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال