Kabar gembira bagi seluruh kader Persyarikatan!
Program Beasiswa Kader Muhammadiyah (BKM) kembali dibuka untuk tahun 2026. Program beasiswa ini merupakan program beasiswa kolaborasi yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah dengan LAZISMU. Tahun ini menjadi tahun ketiga kolaborasi antara kedua lembaga tersebut sebagai bentuk nyata komitmen Muhammadiyah untuk melahirkan generasi kader yang intelektual, berakhlak mulia, berwawasan luas, serta siap menjadi pemimpin dan penggerak perubahan di masyarakat. Program Beasiswa Kader Muhammadiyah hadir sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan sulitnya akses pendidikan tinggi, khususnya bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
- Kader aktif Persyarikatan Muhammadiyah;
- Kader organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah;
- Kader Dhuafa Muhammadiyah.
- Jenjang S1 sebesar Rp8.000.000 (disalurkan 2 tahap).
- Jenjang S2 sebesar Rp10.000.000 (disalurkan 2 tahap).
1. Persyaratan Umum
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan KTP/KK.
- Mahasiswa aktif S1 (semester 1-8), Mahasiswa aktif S2 (semester 1-4).
- Memiliki Surat Keterangan Aktif Kuliah, KTM, KHS/KRS yang terbaru.
- Membuat CV sesuai template yang disediakan.
- Memiliki rekening bank atas nama pribadi (bukan e-wallet).
2. Persyaratan Khusus
- Jalur Kader dan Ortom: SK Kepengurusan Persyarikatan atau Organisasi Otonom periode aktif minimal antara 2025-2027, Surat Rekomendasi Pimpinan Persyarikatan atau Organisasi Otonom minimal tingkat cabang, KTAM, dan pas foto resmi berlatar belakang merah.
- Jalur Dhu'afa: Surat Keterangan Membutuhkan Dana Pendidikan bermaterai 10.000 yang tersedia di template buku panduan, KTAM, dan pas foto resmi berlatar belakang biru.
Informasi ini bukan untuk dibaca saja, tapi untuk diwujudkan. Ambil langkah pertamamu dengan mendaftar sekarang. Baca dengan seksama buku panduannya dan segera lengkapi persyaratan nya, mengingat pendaftaran hanya berlangsung dari tanggal 11-23 Mei 2026 (13 hari saja). Manfaatkan peluang ini untuk menjadi bagian dari kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak dan berdaya guna masyarakat dan umat.